[Review] Dian Mariani - Finally You


Judul: Finally You
Pengarang: Dian Mariani
Penerbit: Stiletto Book
Tahun: 2014
Tebal buku: 277 hlm.
My rating: 2/5 stars




Sinopsis:
Luisa dan Raka, dipersatukan oleh luka. 

Luisa yang patah hati setelah ditinggal Hans, memilih menghabiskan waktunya di kantor sampai malam. Bekerja tak kenal lelah. Siapa sangka, ternyata bos di kantornya juga baru putus cinta. Mereka sama-sama mencari pelarian. Mengisi waktu-waktu lengang selepas jam lembur dengan menyusuri jalan-jalan padat ibu kota. Berdua. Membagi luka dan kecewa. 

Antara bertahan pada kenangan, atau membiarkan waktu yang menyembuhkan. Baik Luisa ataupun Raka membiarkan hubungan mereka berjalan apa adanya. Hubungan yang dewasa tanpa ungkapan cinta. Mungkin rasa aman dan nyaman bersama kenangan, membuat Luisa dan Raka malas menyesap rasa baru dalam hubungan mereka. 

Namun, bagaimana jika seiring berjalannya waktu, Raka mulai benar-benar jatuh cinta ketika Luisa justru sedang berpikir untuk kembali kepada Hans? Ternyata bukan tentang waktu. Bukan juga tentang masa lalu. Ini tentang menemukan orang yang paling tepat untuk hidupmu.

Review:
Saya merasa serba salah saat akan memberi rating buku ini. Di satu sisi, saya baru saja menyelesaikan suatu buku yang membuat saya kesal. Jadi saat membaca buku ini seakan-akan rasa kesal tadi masih ada, apalagi bagian saat tokoh utamanya menangis (hal yang membuat saya sangat kesal pada buku sebelum ini). Di sisi lain, saya tidak bisa memberikan rating yang baik atau biasa saja karena saya tidak benar-benar menyukai buku ini. And here's why...

Saya tidak suka gaya penulisan pada buku ini, karena meskipun tidak melelahkan tapi juga tidak menyenangkan. Terkadang saya menemukan pengulangan seperti ini:
"Jadi ke toko buku?" Raka mengulangi pertanyaannya.
"Eh? Kok Bapak tahu saya mau ke toko buku?"
"Lucky guess"
"Saya memang mau ke toko buku, Pak."
"Temani saya makan dulu, ya."
"Ehm? Itu...pernyataan atau pertanyaan, Pak?"
"Perintah." Raka menukas tegas.
Luisa hanya bisa mengangguk pasrah. (hlm. 17)
Mungkin biasanya pada buku-buku lain saya akan menganggap lalu bagian diatas. Apalagi buku ini sering menggunakan kata-kata dalam bahasa Inggris yang biasanya menambah nilai plus buat saya. Tapi buku ini kembali gagal memuaskan saya, karena ada banyak typo (atau memang salah) pada bagian kalimat bahasa Inggris.
"Babe, we've talked about this before.""And I still don't understand.""Than don't" (hlm. 38)
"If I had another change..." Saskia terisak."You will, with another man. Kalau itu terjadi, berjanjilah untuk menghargai orang yang kamu sayang."(hlm. 231)
Seharusnya "then" pada bagian pertama dan "chance" pada bagian kedua. Tapi ya begitulah. Bahkan ada artis baru di buku ini:
Luisa penggemar drama komedi romantis, penunggu setia Twilight dan film-film Anna Hathaway. (hlm. 21) 
Saya langsung ketawa ngakak ketika sampai bagian ini. Astaga... Iseng saya lihat ke halaman awal buku, dan ada nama proofreader serta editor buku ini. Ironisnya, saya sangat menyukai tulisan editor tersebut di buku yang diterbitkan tahun 2014. Dan sepanjang pengetahuan saya, tidak ada typo di buku tersebut. Entahlah, saya antara pusing dan malas untuk membahas lebih jauh masalah ini. Mungkin kalau Dian Mariani menulis buku lain akan saya coba baca kembali, untuk benar-benar mengetahui apakah saya memang tidak suka buku yang ia tulis atau hanya buku ini saja. We'll see...

Comments

Popular posts from this blog

[Review] Miyazaki Ichigo - Akatsuki: Semburat Cinta di Langit Tokyo

December 2017 Book Haul & Wrap Up