[Review] Stanley Dirgapradja - I Ordered My Wife from the Universe

Judul: I Ordered My Wife from the Universe (Goodreads)
Pengarang: Stanley Dirgapradja
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 9789792267075
Tahun: Februari 2011
Tebal: 328 hlm
Rating: 1/5 star
Format: Paperback
Mulai: 12 Desember 2015
Selesai: 14 Desember 2015

Sinopsis:
Teguh Pradana, executive di perusahaan periklanan ternama di Jakarta, memiliki semua yang diinginkan pria seumurnya: pekerjaan yang bagus, atasan yang pengertian, keluarga yang sangat mendukung, gaya hidup yang hanya bisa dibayangkan orang-orang lain, dan kekasih yang cantik, Tantri. Kekasih cantik yang membuatnya merasa sangat beruntung. Sangat beruntung, karena terkadang Teguh merasa tidak layak untuk Tantri.

Tapi kekasih yang cantik ini pula yang membawa banyak kabar miring dari orang-orang di sekitar yang tidak ingin ia dengarkan. Menurut Teguh, semua orang bisa berubah, termasuk yang jahat sekalipun. Banyak yang sudah mengingatkan Teguh akan risiko-risiko yang mungkin terjadi. Teguh tetap bergeming, bahkan ia siap untuk menghabiskan hidupnya dengan perempuan itu.

Tapi apakah Tantri siap untuk menghabiskan sisa hidupnya bersama Teguh? Apakah seseorang bisa "cukup" hanya dengan satu orang dalam hidupnya?

Review:
Hal utama yang kupikirkan saat membaca sinopsis diatas adalah...buku ini oke juga. Sepertinya bercerita tentang seseorang yang berusaha menemukan kebahagiannya dalam hidup. Memang iya sih bukunya bercerita tentang itu. Tapi cara berceritanya...sangat membuatku pusing dan lelah.

Mari kita mulai dari karakter utama dalam buku ini, Teguh Pradana, yang sangat tidak aku sukai. Dia terus-terusan merasa dirinya gendut dan menyebutkan hal itu di buku ini ratusan kali. Aku. Lelah.

Gaya penulisan dalam buku ini sangat mengeksplor si 'Aku', manusia yang selalu menyebut dirinya gendut itu. Belum lagi detail pakaian dan hal-hal di dalam buku yang sangat didetailkan mereknya. Baju A, celana B, jam tangan C, dst. Memang sih perlu untuk mendeskripsikan hal-hal seperti itu untuk memudahkan visualisasi. Tapi tidak setiap waktu juga, kan?

Pada dasarnya nilai yang diajarkan dalam buku ini cukup baik, tentang menerima keadaan dan terutama diri sendiri. Tapi sayangnya dalam buku ini sang tokoh utama terlalu sering merendahkan dirinya. Terlalu mendetailkan hal yang menurutku tidak penting, dst. Overall aku memberikan buku ini 1 bintang saja.

Comments

Popular posts from this blog

[Review] Miyazaki Ichigo - Akatsuki: Semburat Cinta di Langit Tokyo

[Review] Linda Christanty - Rahasia Selma