[Review] Rosi L. Simamora - A Beautiful Mess

Judul: A Beautiful Mess (Goodreads)
Pengarang: Rosi L. Simamora
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 9786020313870
Tahun: 2015
Tebal: 336 hlm.
Rating: 2.5/5 stars
Format: Paperback
Mulai: 23 Agustus 2015
Selesai: 29 Agustus 2015


Sinopsis: 
Sebuah rahasia kelam memaksa Freya, gadis manja dan "high maintenance", meminta bantuan ayahnya, lalu dengan terpaksa menerima nasib menyingkir ke pulau terpencil.

Di sana ia harus bekerja, sesuatu yang tidak pernah dilakukan Freya seumur hidupnya. Dan siapa lagi yang mengawasi Freya kalau bukan Lian, pria tampan yang sepertinya membenci Freya sejak awal?

Namun Liam juga menyimpan rahasia. Dan diam-diam, ia menyadari sesuatu telah tumbuh. Cintakah? Tidak. Tidak. Jangan cinta!

Dan benarkah Freya telah berhasil meninggalkan masa lalunya? Ataukah... hantu masa lalu yang kelam namun teramat memikat itu akhirnya mengejar Freya hingga ke ujung dunia, dan ia selamanya takkan pernah lepas darinya? Takluk kembali pada satu-satunya laki-laki yang membuatnya begitu hidup dan sekaligus mati?

Review: 
Pertama, aku sangat suka dengan cover buku ini. Bagus banget. Ada ilustrasi dan quotes juga di setiap awal bab yang menurutku sangat indah. Penampilan buku ini bikin aku pengen membacanya, berharap bahwa buku ini akan semenarik tampilannya. Penilaian yang sangat salah.

Untuk pertama kali dada Freya terasa sesak, sebab sekarang setelah ia membiarkan pikirannya kembali ke masa lalu, jarak seluas itu pun masih terasa terlalu rapat mengimpitnya. (hal. 137)

Pada dasarnya ceritanya cukup oke. Klise tapi masih bisa aku tolerir. Intinya tentang seorang wanita yang baru disakiti dan berusaha untuk menyembuhkan lukanya. Bertemu dengan seorang pria yang pernah tersakiti di masa lalu dan berusaha move on. Mereka bertemu dan... ya begitulah.

Kebanyakan rasa takut dan khawatir itu cuma besar mulut. Begitu kita hadapi dan songsong, langsung mereka lari tunggang-langgang (hal. 230)

Hal yang membuatku sangat tidak menyukai buku ini adalah kedua tokoh utamanya. Sang wanita, Freya, sangat manja dan whiny. Lawannya, Lian, memang tidak separah Freya tapi tetap menyebalkan. Tindakan dan perasaan mereka itu hampir selalu tidak sinkron. Capek banget rasanya mengikuti jalan pikiran kedua tokoh ini.

"Tidak ada pengkhianatan yang lebih buruk daripada pengkhianatan terhadap diri sendiri..." (hal. 319-320)

Hal positif yang ada di buku ini bisa dibilang ada 3. Fisik buku, nilai keluarga, dan pengetahuan baru tentang suku Batak. Hal yang terakhir itu yang membuatku memberikan sedikit nilai lebih untuk buku ini, 2.5 bintang.

Comments

Popular posts from this blog

[Review] Miyazaki Ichigo - Akatsuki: Semburat Cinta di Langit Tokyo

[Review] Linda Christanty - Rahasia Selma