[Review] Linda Christanty - Rahasia Selma

Judul: Rahasia Selma (Goodreads, GPU)
Pengarang: Linda Christanty
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 9789792256567
Tahun: April 2010 (Cetakan 1)
Tebal: 121
Rating: 3/5 stars
Format: Paperback
Mulai: 30 Maret 2015
Selesai: 30 Maret 2015


  1. Pohon Kersen **
  2. Menunggu Ibu **
  3. Kupu-Kupu Merah Jambu **
  4. Mercusuar ***
  5. Rahasia Selma **
  6. Kesedihan ****
  7. Drama **
  8. Para Pencerita ****
  9. Jazirah di Utara ***
  10. Ingatan *
  11. Babe ***

Review:
Buku ini merupakan kumpulan cerita pendek yang ditulis oleh Linda Christanty yang pernah memenangkan Khatulistiwa Literary Award tahun 2004 dengan buku Kuda Terbang Maria Pinto. Berhubung aku belum pernah membaca buku itu tapi tahu tentang penulisnya, maka aku membeli buku ini dengan harapan akan dapat melihat tulisan yang 'berbeda'. Dan aku tidak salah.

Dari 11 cerita pendek yang ada, aku mendapati bahwa gaya penulisan Linda cukup menyenangkan untuk dibaca. Meskipun tidak semua cerpen aku sukai, tapi ada beberapa yang sangat membekas di ingatan. Tentunya cerpen yang aku tulis sebagai 'cerita horor ala Criminal Minds' di review Goodreads (link).

2 cerpen yang sangat mengerikan buatku adalah Menunggu Ibu dan Kupu-Kupu Merah Jambu. Unsur yang membuatku agak takut adalah penggambaran pembunuhan *spoiler* yang terjadi. Aku sangat tidak menyarankan buku ini dibaca saat malam dan juga oleh mereka yang masih dibawah umur. Dan karena ingatanku agak sedikit 'terganggu', maka aku hanya memberikan 2 bintang untuk cerpen ini.

Ada 3 cerpen yang aku tidak begitu mengerti, yaitu Pohon Kersen, Drama dan Ingatan. Untuk cerpen yang pertama mungkin karena aku masih belum terbiasa dengan cara penceritaan sang 'Aku' dalam buku. Tapi untuk 2 cerpen berikutnya, aku memang tidak bisa mengerti sudut pandang yang digunakan maupun jalan ceritanya. Jadi 1 bintang untuk Ingatan dan 2 bintang untuk Pohon Kersen dan Drama.

Ada juga cerpen Rahasia Selma, yang aku tadinya berharap akan sangat bagus karena dijadikan judul, tetapi terasa terlalu dipanjang-panjangkan di bagian yang menurutku kurang penting dan akhirnya jalan ceritanya justru seperti tidak selesai. 2 bintang untuk cerpen ini.

Cerpen Mercusuar dan Jaziran di Utara mengangkat tema yang cukup tabu menurutku. Tapi sang penulis menuliskannya dengan begitu mengalir dan tanpa menggurui. Aku jadi agak malu sendiri saat menuliskan review ini karena judgement yang aku berikan pada 2 cerpen tersebut sebelumnya di Goodreads.

Berikutnya ada cerpen Babe yang seingatku merupakan satu-satunya cerita yang membuatku tertawa. Dan terakhir ada cerpen Kesedihan dan Para Pencerita yang sangat aku sukai. Keduanya merupakan 2 cerpen yang bisa aku visualisasikan dengan baik. Dan meski aku tidak pernah (dan semoga jangan) berada di posisi mereka, aku bisa merasakan gejolak emosi yang mereka rasakan.

Secara keseluruhan, aku memberikan 3 bintang untuk buku ini karena ada beberapa cerita yang memang aku nikmati meskipun ada juga beberapa cerita yang sangat menakutkan. 

Comments

Popular posts from this blog

[Review] Miyazaki Ichigo - Akatsuki: Semburat Cinta di Langit Tokyo